Indonesia |
English
depan
|
peta halaman
|
kontak
Inilah Kami
Layanan Kami
Bisnis
Tanggungjawab Perusahaan
Informasi dan Kegiatan
Hubungan Investor
Info Produk
Knowledge Management
E-Library
Info Tagihan
Buku Tamu
Tips
Kontak
|
Warta PLN Batam
|
Tabloid Listrik Kita
|
Cari Berita:
Kenaikan Tarif Transportasi Gas Tak Lebih US$ 1,3 MMBTU
by Humas
Jakarta - BPH Migas menyatakan kenaikan toll fee (tarif transportasi pipa transmisi) gas dari lapangan Grissik di Sumatera Selatan yang dikelola ConocoPhilips ke Singapura tidak akan lebih dari US$ 1,3 per juta British thermal unit (Btu) atau MMBTU.
"Saya lupa angka pastinya berapa, tapi yang jelas kenaikannya tidak akan lebih dari US$ 1,3 seperti yang diusulkan PT Transportasi Gas Indonesia (Transgasindo)," ujar Kepala BPH Migas Tubagus Haryono saat dhubungi detikFinance, Selasa (7/12./2009).
Menurut Tubagus, angka kenaikan tarif toll fee tersebut keluar berdasarkan Internal Rate of Return (tingkat pengembalian investasi) dan working cost capital (biaya modal kerja) yang dihitung oleh BPH Migas.
Namun, imbuh Tubagus, hingga saat kenaikan toll fee tesebut masih belum diputuskan oleh sidang Komite BPH Migas. Sebab sebelum diputuskan BPH Migas akan bertemu dengan transporter (Transgasindo) dan shipper (Petrochina Jabong dan Conocophillips) untuk membahas masalah ini terlebih dahulu.
"Nanti kita akan kasih penjelasan kepada mereka. Apakah mereka setuju atau tidak dengan kenaikan harga ini? Nanti dibahas lagi," ungkap dia.
Selain itu, pembahasan mengenai kenaikan tarif toll free Grissik-Singapura tersebut juga masih terkendala salah satu pasal gas transportation agreement (GTA) diantara shipper dan transporter yang menyebutkan bahwa tidak ada ruang bagi perubahan tarif toll fee, sehingga pihak shipper menolakan kenaikan tarif tersebut.
"Kalau mau itu harusnya diamandemen dulu. Secara b to b dan kita siap untuk memfasilitasinya," katanya.
Seperti diketahui, Transgasindo, anak usaha Perusahaan Gas Negara (PGN) telah mengajukan kenaikan tarif toll fee gas dari lapangan Grissik di Sumatera Selatan yang dikelola ConocoPhilips ke Singapura.
Kenaikan itu diusulkan karena adanya tambahan investasi untuk kompresor dan penggantian pipa baru yang mengalami kerusakan hingga di atas US$ 100 juta.
Untuk saat ini, toll fee gas dari Grissik, Sumatra Selatan ke Singapura sekitar US$0,69 per juta British thermal unit dan Transgasindo mengusulkan kenaikan tariff toll fee menjadi US$ 1,3 per per juta British thermal unit.
Transgasindo merupakan perusahaan yang 59,87% sahamnya dikuasai PT Perusahaan Gas Negara Tbk. 40% sisanya dimiliki oleh Transasia Pipeline Pvt. Ltd yang merupakan konsorsium dari Conoco Indonesia Holding Ltd, Petronas Internasional Corporation Ltd, Talisman Transgasinsindo Ltd dan SPC Indo-Pipeline Co. Ltd.
Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance