06/09/2017
Wakil menteri ESDM Susilo Siswoutomo Sabtu (01/03) meresmikan soft launching pembangunan 5 proyek infrastruktur ketenagalistrikan di Batam. Proyek yang berlokasi di Tanjung Uncang ini antara lain adalah PLTGU Tanjung Uncang milik PT PLN Batam, PLTG Tanjung Uncang milik Independent Power Producer (IPP), Gardu Induk (GI) Tanjung Uncang, Transmisi 150kV Sagulung-Tanjung Uncang, dan pembangunan pipa gas ruas 2 pemping-Tanjung Uncang milik konsorsium PT PLN Batam dan UBE).
Acara yang di laksanakan di lokasi proyek pembangunan di Kampung Taroka, Tanjung Uncang Batam ini juga dihadiri oleh , Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Jarman, Direktur Utama PT PLN (Persero) Nur Pamudji, Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Walikota Batam, Direksi PLN Batam, dan para pejabat lainnya. Soft launching 5 proyek infrastruktur ketenagalistrikan di Batam di tandai dengan penandatangan prasasti oleh Wakil Menteri ESDM, Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Walikota Batam, BP Kawasan dan Dirut PT PLN (Persero).
Pembangunan 5 proyek ketenagalistrikan ini merupakan salah satu wujud komitmen PLN Batam untuk menjaga ketersediaan dan keberlangsungan pasokan listrik di Batam yang andal untuk memenuhi kebutuhan listrik di Batam yang terus meningkat setiap tahunnya, termasuk mendukung pertumbuhan ekonomi, bisnis, dan industri di Batam sehingga Batam sebagai kota industri semakin menarik investor untuk mengembangkan usahanya di Batam.
Proyek PLTGU Tanjung Uncang milik PT PLN Batam dengan kapasitas 2X42,5 MW rencananya akan beroperasi Desember 2014. Proyek yang dilaksanakan oleh Konsorsium PT Pembangunan Perumahan (Persero) tbk dan PT. Betasuryatatagraha ini menggunakan bahan bakar gas alam sebesar ± 18 bbtud setara dengan 550 kl/day. Proyek kedua yaitu PLTG Tanjung Uncang milik IPP berkapasitas 2X35MW direncanakan beroperasi pada tahun yang sama. Daya yang dihasilkan kedua pembangkit ini nantinya akan di salurkan ke Gardu Induk 150/20 KV yang terhubung dengan jalur transmisi 150 kV dari Tanjung Uncang ke Sagulung sepanjang 6kms dengan pemasangan tower steel monopole sebanyak 35 tower.
Proyek kelima adalah proyek pekerjaan bangun – guna – serah sistem pipa gas bawah laut diameter 16” sepanjang ±13.5 km dari orf di pulau pemping ke plant gate pembangkit listrik tanjung uncang – batam dengan skema built – operate – transfer (bot). Proyek yang dilaksanakan olehKonsorsium PT. Batam Trans Gasindo (BTG) – PT. Hafar Daya Konstruksi – PT. Prosys Bangun Persada & PT. KPM Oil and Gas rencananya akan beroperasi 1 desember 2014 yang mengalirkan gas sebesar 40 mmscfd dari sumber gas gajah baru – natuna. Saat ini seluruh pipa gas telah tiba di Batam dan dalam proses coating di PT Bredero shaw – batam, untuk selanjutnya dilakukan pemasangan pipa yang dimulai dari area Tanjung Uncang pada akhir Januari 2014.
Dengan dibangunnya kelima proyek tersebut diharapkan semakin memperkuat system kelistrikan di Batam, termasuk dari sisi ketahanan supply energy primer untuk pembangkit, yang semula hanya bergantung terhadap satu sumber yaitu dari Grissik Sumatera Selatan, maka nantinya menjadi dua sumber yaitu dari Natuna, sehingga apabila dilakukan maintenance pipa, maka supply gas bisa disalurkan dari sumber lainnya.
