Momentum Kemerdekaan, PLN Batam Teken Empat Kerja Sama Strategis untuk Perkuat Energi Hijau dan SDM

17/08/2026

Siaran Pers Nomor: 00031/PR/STH.00.01/SEKPER/2026

 

Batam, 17 Agustus 2026 – Memaknai HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui langkah nyata, PT PLN Batam menandatangani empat kesepakatan strategis bersama mitra di bidang energi hijau, pendidikan, penelitian, serta pengembangan solusi kelistrikan.

Empat kerja sama tersebut dilakukan bersama Politeknik Negeri Batam, PT Sumber Energi Surya Nusantara, PT Solusi Abadi Energi, dan PT Digitalland Services One. Rangkaian penandatanganan menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di PLN Batam.

Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, mengatakan momentum kemerdekaan harus diterjemahkan menjadi keberanian untuk membangun kemandirian bangsa, termasuk dalam sektor energi.

“Kemerdekaan yang sejati adalah ketika kita mampu menentukan masa depan kita sendiri. Dalam energi, itu berarti bangsa ini harus memiliki keberanian membangun kapasitasnya, menguasai teknologinya, menyiapkan manusianya, dan tidak terus-menerus bergantung pada keadaan. Hari ini kita tidak sedang sekadar menandatangani dokumen. Kita sedang meletakkan batu pertama untuk masa depan energi Batam,” tegas Kwin Fo.

Kerja sama pertama dilakukan antara PLN Batam dengan Politeknik Negeri Batam melalui Nota Kesepahaman Kemitraan Strategis Pendidikan, Penelitian, dan Solusi Kelistrikan Terintegrasi. Kolaborasi tersebut menjadi landasan penguatan hubungan antara industri dan pendidikan dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia serta inovasi di bidang kelistrikan.

Menurut Kwin Fo, pembangunan energi tidak dapat hanya mengandalkan infrastruktur tanpa mempersiapkan sumber daya manusia.

“Kita dapat membeli mesin, membangun pembangkit, dan mendatangkan teknologi. Tetapi bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang menggunakan teknologi. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menguasai, mengembangkan, dan menciptakan teknologinya sendiri. Karena itu, kerja sama dengan dunia pendidikan adalah investasi untuk masa depan,” katanya.

Kerja sama kedua dilakukan bersama PT Sumber Energi Surya Nusantara (SESNA) melalui Nota Kesepahaman Studi Bersama atau Joint Study rencana pengembangan PLTS Apung berkapasitas 1.000 MWp di Batam.

Selanjutnya, PLN Batam dan PT Solusi Abadi Energi menandatangani Head of Agreement terkait pengembangan PLTS berkapasitas 200 MWp di Kawasan Rempang.

Kerja sama keempat dilakukan dengan PT Digitalland Services One (DayOne) melalui Head of Agreement penyediaan green energy. Dalam rencana tersebut, PLN Batam akan menyediakan energi hijau dari PLTS ground-mounted atau floating yang dikombinasikan dengan Battery Energy Storage System (BESS), yang akan dibahas lebih lanjut melalui joint planning session.

Kwin Fo mengatakan, rangkaian kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya PLN Batam mempersiapkan sistem kelistrikan yang mampu mengikuti pertumbuhan Batam sebagai kawasan industri, investasi, dan ekonomi digital.

“Batam tidak boleh berpikir kecil. Posisi kita sangat strategis, berhadapan langsung dengan pusat-pusat ekonomi dunia. Kalau Batam ingin menjadi kawasan industri dan ekonomi digital yang diperhitungkan, energinya harus disiapkan dengan visi yang sama besarnya. Kita tidak boleh membangun untuk kebutuhan kemarin. Kita harus membangun untuk kebutuhan dua puluh dan tiga puluh tahun ke depan,” ujar Kwin Fo.

Menurutnya, peningkatan kebutuhan energi dari industri dan pusat data harus diimbangi dengan pengembangan sumber energi yang semakin bersih dan berkelanjutan.

“Investasi global sekarang tidak hanya bertanya apakah listrik tersedia. Mereka juga bertanya: listrik itu berasal dari mana, seberapa hijau energinya, seberapa andal sistemnya, dan apakah pasokannya mampu berkembang mengikuti bisnis mereka. Ini tantangan sekaligus peluang besar bagi Batam,” jelasnya.

Kwin Fo menambahkan bahwa pengembangan energi terbarukan tidak berarti meninggalkan aspek keandalan. Transformasi sistem kelistrikan harus dilakukan secara terukur dengan tetap menjaga kecukupan pasokan dan stabilitas sistem.

“Kita harus berani bergerak menuju energi yang lebih bersih, tetapi kita juga harus realistis dan disiplin. Energi hijau harus dibangun dengan teknologi, perencanaan, penyimpanan energi, jaringan, dan sistem yang kuat. Transformasi tidak boleh mengorbankan keandalan. Justru transformasi harus membuat sistem kita semakin tangguh,” katanya.

Ia menegaskan bahwa empat kesepakatan yang ditandatangani merupakan langkah awal yang selanjutnya harus diterjemahkan menjadi pelaksanaan konkret.

“Saya tidak ingin kerja sama ini berhenti menjadi tanda tangan, foto bersama, lalu selesai. Setiap kesepakatan harus memiliki tindak lanjut. Ada target, ada kajian, ada keputusan, dan pada akhirnya harus ada hasil nyata. Karena ukuran keberhasilan bukan berapa banyak MoU yang kita tandatangani, tetapi berapa banyak manfaat yang benar-benar lahir dari kerja sama itu,” tegas Kwin Fo.

Menurutnya, perjuangan generasi saat ini adalah memastikan Indonesia memiliki fondasi energi yang kuat untuk menopang kemandirian ekonomi.
“Para pendiri bangsa memberikan kepada kita sebuah negara yang merdeka. Tanggung jawab kita adalah menyerahkan kepada generasi berikutnya sebuah negara yang lebih kuat. Negara yang energinya cukup, ekonominya tumbuh, manusianya unggul, teknologinya maju, dan tidak gentar bersaing dengan bangsa mana pun. Dari Batam, PLN Batam ingin menjadi bagian dari perjuangan besar itu,” pungkas Kwin Fo.

Melalui kolaborasi tersebut, PLN Batam menegaskan komitmennya untuk memperkuat ketahanan energi, mempercepat pemanfaatan energi baru terbarukan, meningkatkan kesiapan sumber daya manusia, serta mendukung Batam menjadi kawasan industri dan investasi yang semakin kompetitif dan berkelanjutan.

 

Jl. Engku Putri No. 3 - Batam Center - Kepulauan Riau - Indonesia

Copyright © 2026 PT. Pelayanan Listrik Nasional Batam.